Copyright 2001-2009 Mediaplus
All Rights Reserved.
Apa yang membuat Pernikahan Bertahan ?

Kalau Anda berpikir cinta dan seks merupakan penyambung tali pernikahan, Anda baru setengah benar. Sebab, seperti menurut sahibul hikayat, memelihara sesuatu lebih sulit daripada memperolehnya. Dan kalau menyangkut masalah perkawinan, kata-kata bijak itu sangat tepat.

Perkawinan adalah salah satu bentuk hubungan interpersonal yang sangat kompleks, karena menyangkut intensitas yang sangat tinggi dalam hal yang paling pribadi pada pasangan. Intensitas tinggi tersebut ujung-ujungnya berpotensi besar menimbulkan konflik bagi pasangan menikah. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari akan hala tersebut.

Berikut adalah beberapa hal, selain faktor cinta dan seks, yang menentukan apakah perkawinan Anda berujung bahagia atau petaka.

Masalah Keuangan
Faktor ini bisa dibilang "jantung dan darah" perkawinan. Jadi, untuk mempertahankan perkawinan, Anda membutuhkan uang. Masalah keuangan ini juga bukan hanya soal ada-tidaknya, tetapi juga meliputi masalah pengaturannya. Masalah anggaran ini akan bertambah pelik jika anggota keluarga pasangan memerlukan bantuan dana dari Anda berdua. Untuk mengatasi masalah ini, sejak awal pernikahan pasangan suami-istri harus menghitung pendapatan yang bisa mereka hasilkan dan rundingkan siapa yang bertanggun jawab.

Masalah komunikasi
Setiap orang memiliki komunikasinya sendiri, tergantung dari latar belakang keluarga, budaya, lingkungan lainnya. Karena itu, biasanya pasangan suami-istri yang tentu saja berbeda latar belakangnya, pastilah memiliki perbedaan dalam pola dan cara berkomunikasi. Akibatnya, sering terjadi salah paham antara mereka.

Untuk mengatasinya, Anda berdua harus bersungguh-sungguh mencoba memahami pasangan Anda, dan kemudian memahami setiap perkataan, baik yang keluar dari mulutnya maupun yang ditunjuk oleh tubuhnya. Selain itu, ada kalanya Anda juga dituntut mengubah cara Anda berkomunikasi selama ini.

Masalah Tugas Rumah
Walaupun tampak sepele, tanggung jawab terhadap tugas rumahan yang tidak terdistribusi dengan baik akan menyimpan potensi konflik. Masalah ini bisa diselesaikan sejak awal perkawinan, Anda membagi-bagi tugas rumahan secara adil. Jika Anda tidak bekerja, porsi terbesar tentu bisa Anda ambil, tetapi jika Anda berdua bekerja, porsi pembagian tugas tersebut harus seimbang. Dengan begitu tak ada yang bisa mengeluh.

Sumber: Majalah Lisa
 
0372698274
An. Musthafa Hilmi


1370005843400
An. Rikha Handayani


"1 % dari Total Order anda kami zakatkan di Rumah Zakat, semoga barokah"

Update: 15 Feb 2010
kontak kami
 
artikel